Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

Mendamba Kota yang Manusiawi

Judul buku : Imajinasi tentang Kota: 10 Cerpen Pilihan Festival Seni Surabaya 2010 Penulis : Agus Budiawan, dkk. Penerbit : Festival Seni Surabaya 2010 Cetakan : Pertama, November 2010 Tebal : vii + 82 halaman BAGAIMANAKAH wajah kota sesungguhnya? Pada setiap orang, Jawaban terhadap pertanyaan itu bisa jadi akan berlainan. Pengalaman bacaan dan pengamatan terhadap kehidupan perkotaan merupakan salah satu sebabnya. Tapi, bagaimana jika pertanyaan itu dialamatkan kepada seorang pencerita yang hampir setiap hidupnya bergulat dengan rangkaiam kata dan makna, penikmat sekaligus pengamat simbol-simbol kehidupan? Santo Agustinus lewat karyanya, De Civitate Dei atau Kota Tuhan, bisa menjadi salah satu contoh. Karya yang ditulis pada tujuh belas abad lalu itu menggambarkan perputaran roda kehidupan kota Roma yang diwarnai religiusitas masyarakatnya. Tapi, suatu saat kota tersebut menemui kehancuran yang tak lain disebabkan degradasi akhlak masyarakatnya...

KONSTRUKSI KELUARGA DALAM SERAT MURTASIYA 70.36: SUNTINGAN TEKS DISERTAI TINJAUAN PANDANGAN DUNIA NASKAH

Abstrak Naskah SM berkode 07.63 M memiliki fungsi sosial naskah yang dibacakan pada acara arisan (kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam masyarakat berupa pengumpulan uang atau barang yang kemudian diundi untuk menentukan siapa yang memerolehnya diantara mereka, yang biasanya dilakukan berkala sampai semua anggota memerolehnya) yang di dalamnya terdapat tradisi mamaca. Dapat dikatakan naskah ini menjadi semacam kitab rujukan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan khususnya dalam ranah rumah tangga. Penelitian ini mengambil judul “Konstruksi Keluarga dalam Serat Murtasiya: Suntingan Teks disertai Tinjauan Pandangan Dunia Naskah”. Penelitian ini memunyai tiga tujuan utama, yaitu: pertama menghasilkan suntingan teks SM 07.63 M yang dipandang bersih dari kesalahan dan dapat dipertanggungjawabkan serta sebagai sumber penelitian lain. Kedua menghasilkan terjemahan yang representatif sehingga dapat dinikmati masyarakat secara langsung. Ketiga menafsirkan pandangan dunia naskah SM ...

Paradoks Implementasi Perda Rokok

oleh Jairi Irawan* TENTU banyak orang tak kaget, ketika Perda Kawasan Tanpa Rokok dan Terbatas Merokok (KTR-KTM)tak efektif berlaku di Surabaya. Diatas kertas, spirit regulasi itu tak lain menumbuhkan sikap toleransi antara perokok aktif dan pasif (second hand smoke). RUPANYA kenyataan berkata lain baik—ambtenaar, pejabat pemerintah, maupun masyarakat Surabaya tidak punya keyakinan atas tujuan mulia itu. Sehingga yang jadi soal sebenarnya adalah bagaimana pemerintah konsisten mengawal produk hukum yang telah dihasilkannya dan eksesnya, termasuk mengubah persepsi pemerintah terhadap perusahaan rokok. Sangatlah tidak adil jika di satu sisi, Pemkot Surabaya ingin perda ini dipatuhi masyarakat-terlebih dengan pembentukan Tim Pemantau Perda-sementara di sisi lain justru ‘berasyik masyuk’ dengan perusahaan rokok. Dengan kata lain, tidaklah etis ketika bagian tubuh atas dibersihkan sedemikian rupa, tetapi kakimasih tidak terangkat dari kotoran. Kampanye yang dilakukan oleh perusahaan melalui ...

Bersama "calon-calon pemimpin" masyarakat adat Tengger

Setahun Perda KTR/KTM: Refleksi dan Evaluasi atas Kinerja Tim Pemantau

Entah ini suatu bentuk kelalaian yang direncana atau benar-benar tidak sengaja, dana cukai yang seharusnya dialokasikan untuk mensukseskan perda KTR/KTM hingga semester dua tahun 2010 tak ada kabar. Jelaslah, melihat “tragedi” ini sepatutnya kita bertanya kepada pemerintah kota dan anggota DPRD. Ada apa denganmu Walikota dan Dewan yang terhormat? Konon, sejak awal dimulainya implementasi Perda beberapa kali Kadinkes disambati oleh SKPD-SKPD perihal biaya perlengkapan Perda – utamanya biaya operasional Tim Pemantau Perda. Mendengar ini Kadinkes merekomendasikan agar langsung kepada walikota. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa salah alamat bila sambat kepada Kadinkes. Lebih tegas lagi ia mengatakan bahwa tidak ada dana untuk mem-back up perlengkapan Perda. Sikap ini berlainan dengan Walikota yang berkali-kali mengatakan kepada khalayak bahwa dana untuk pemenuhan perlengkapan sudah ada tinggal kesungguhan Dinkes saja. Tetapi lagi-lagi hingga saat ini belum sepeserpun turun. Mana yang benar...

Ketakutan Berlebihan Israel *

Judul buku : PELAYARAN BERDARAH MENUJU GAZA: Kesaksian Langsung Relawan dan Wartawan Indonesia dari Kapal Mavi Marmara Penulis : Dzikrullah W. Pramudya Dkk. Penerbit : Lentera Optime Pustaka Cetakan : Pertama, Juli 2010 Tebal : xx + 276 halaman SEBUAH bangsa yang terus menjadi perbincangan hangat akhir abad 20 dan awal abad 21 ini bisa dikatakan dan tak lain adalah bangsa Israel. Perbincangan ini termulai dari peristiwa pembagian sebidang tanah atau Mandat Britania menjadi dua negara, yaitu Israel dan Palestina. Pembagian yang dirasa oleh bangsa Arab tidak adil menimbulkan gesekan di antara keduanya. Hingga akhirnya gesekan ini tidak hanya terbatas pada dua bangsa melainkan juga menyeret berbagai bangsa di dunia. Hal ini bisa di tandai dengan adanya penyerangan kapal kemanusiaan Mavi Marmara oleh tentara Israel. Sebenarnya jika dirunut ke belakang bukan pertama kali Israel berbuat ulah seperti yang terjadi pada kapal kemanusiaan Mavi Marmara. Bangsa Israel telah menjadi bagian ...

“Dendam” Perempuan di Balik Takdir*

Judul buku : SERIMPI: Sebuah Dedikasi untuk Perempuan Penulis : Rohana Handaningrum Penerbit : Jaring Pena Cetakan : Pertama, Januari 2010 Tebal : vi + 138 halaman SEMENJAK kisah terusirnya Adam dan Hawa dari surga, tercatat dalam kitab-kitab agama, “penyalahan” selalu tertuju pada Hawa. Tak lain karena Hawa--wanita pertama sekaligus cinta pertama Adam—penyebab kekasihnya itu memakan buah khuldi. Keduanya pun menjalani kisah di muka bumi. Mungkin ini yang diisyaratkan Tuhan dengan khalifatullah fil ardlh . Tetapi permasalahan yang muncul bisa berbeda dari yang diisyaratkan Tuhan. Setelah kejadian itu berlalu, posisi perempuan tak pernah beranjak dari kelas nomor dua sebagai mahluk Tuhan. Meminjam istilahnya Simone de Bouvier bahwa perempuan merupakan the second sex dalam masyarakat. Keadaan ini diperkuat kenyataan bahwa setiap pilihan menjadi sang utusan Tuhan, para nabi maupun rasul ...

pendekatan kemiskinan

Ada banyak teori tentang kemiskinan, namun menurut Michael Sherraden (2006:46-54) dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yang saling bertentangan dan satu kelompok teori yang tidak memihak (middle ground), yaitu teori yang memfokuskan pada tingkah laku individu (behavioral), teori yang mengarah pada struktur social, dan yang satu teori mengenai budaya miskin. Menurutnya Teori yang memfokuskan pada tingkah laku individu merupakan teori tentang pilihan, harapan, sikap, motivasi dan capital manusia (human capital). Teori ini disajikan dalam teori ekonomi neo-klasik, yang berasumsi bahwa manusia bebas mengambil keputusan untuk dirinya sendiri dengan tersedianya pilihan-pilihan. Perspektif ini sejalan dengan teori sosiologi fungsionalis, bahwa ketidak setaraan itu tidak dapat dihindari dan diinginkan adalah keniscayaan dan penting bagi masyarakat secara keseluruhan. Terori perilaku individu meyakini bahwa sikap individu yang tidak produktif telah mengakibatkan lahirnya kemiskinan.  Teori...

KENISCAYAAN

Kita bisa mewujudkan sesuatu sejauh kita bisa mengangankan dan memimpikannya.. dahulu orang bermimpi dapat terbang tinggi layaknya burung terbang di udara kini orang dapat terbang dengan pesawat melebihi kemampuan burung terbang di angkasa dahulu orang berangan-angan menjejak bulan dan itu telah terjadi beberapa puluh tahun yang lalu KITA BISA karena KITA MENGANGANKANNYA kita bisa mengangankannya karena DUNIA adalah sebuah KENISCAYAAN untuk Jay kitalah yang akan mengubah dunia... --Hiro--

LBB Bukan Hantu Pendidikan : Tanggapan atas tulisan Priyandono

SUATU ketika saya bertanya pada peserta didik di sebuah Lembaga Bimbingan Belajar (LBB). Saya ingin tahu mengenai alasannya mengikuti bimbingan. Dengan polos, ia menjawab ingin sukses seperti kakak kelasnya--yang juga pernah mengikuti LBB di tempat yang sama. Kemudian saya tanyakan lagi perihal kesan mengenai pelajaran maupun pengajar di lembaga tersebut. Katanya, di LBB ia menemukan banyak hal baru yang membuatnya lebih betah belajar dibanding di sekolah. Diakuinya, di LBB ia bertemu teman baru, cara belajar baru, trik baru, dan suasana kelas yang baru. Sementara belajar di sekolah menurutnya sangat membosankan terutama dalam hal cara pengajarannya. Tak dapat dipungkiri bagi anak-anak didik, belajar di LBB sebenarnya bisa dikatakan mereka menggunakan sisa-sisa kekuatan dari kegiatan di sekolah. Betapa tidak, sepulang dari sekolah siswa masih mengenakan seragam, mereka langsung tancap gas ke LBB di tempat ia mendaftar. Tak jarang hingga jam delapan malam, anak-anak baru pulang ke r...

kata-kata bijak (motivasi)

Rahasia kesuksesan adalah belajar menggunakan kesengsaraan dan kesenangan, bukan menjadi korban kesengsaraan dan kesenangan. Jika Anda melakukan ini, maka Anda akan bisa mengontrol hidup Anda dan sebaliknya, jika Anda tidak melakukannya Anda akan dikontrol (Anthony Robbins)