Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2011

Tempat Berlabuhku Bernama Kapuas Hulu

:Tatkala pikiran dan perasaan mencoba memaknai hubbu ... Hubbu . Terlalu banyak hal yang membuatku menekuk lutut serta memeras otak dalam menuliskan refleksi ini. Barangkali dinginnya suasana bumi Cipayung yang telah membekukan otakku, mematungkan tangan dan imajinasiku sehingga yang keluar dalam tulisan ini merupakan kemiripan dari sebuah ke- mellow -an tak berdaya -- kata dan kalimat yang terungkap seperti “proses” pendinginan dari sebuah kekakuan. Hubbu , terlalu indah untuk dikatakan. 'Aku' dan 'kamu' hanyalah sebutan untuk menggambarkan bahwa kita ada. Dua kata tersebut kelak akan tersusun menjadi sebuah kata yang menunjukkan jati diri 'aku' dan 'kamu' sebenarnya. Kata yang suitable itu adalah 'kita'. Kita akan saling mengisi kekosongan karena keterbatasan kita. Di batasmu ada aku dan di batasku ada kamu. Kita satu. Hubbu , terlalu sayang untuk dicampakkan. Masih terngiang jelas dalam ingatan kita bagaimana founding father bangsa ini b...