Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Melihat Rokok dari Sisi Terbawah

Judul buku                   : Khutbah di Bawah Lembah Penulis                        : S. Jai Penerbit                        : Najah Cetakan                        : Pertama, Februari 2012 Tebal                            : 308 halaman ISBN                             : 978-602-191-215-7 “Orang-ora...

Semangat itu Menular: Merayakan Kemenangan-Kemenangan Kecil

“Seorang penulis atau musisi tidak hanya harus menghasilkan sesuatu yang berkualitas, mereka juga harus memastikan supaya karya mereka tidak dipenuhi debu di rak atau dalam laci”. (Paulo Coelho) Barangkali begitu juga dengan seorang guru. Ia tidak hanya harus menghasilkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, mereka juga harus mampu memastikan bahwa anak didiknya bukanlah seonggok daging yang otaknya disesaki berbagai macam ilmu pengetahuan tetapi mati suri di masyarakat. Sayangnya antara karya dan anak didik itu ada yang membedakan walaupun tak seluruhnya. Sebuah karya akan “hidup” sepanjang penikmatnya masih ada. Sedangkan anak didik merupakan benda hidup yang memiliki selain kontrol atas dirinya sendiri juga kontrol dari “penikmatnya”, masyarakat lingkungannya. Di sinilah peran guru sepenuhnya diperlukan. Guru harus mampu mengombinasikan pikiran yang terus berkembang dalam diri seorang anak didik dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat dimana anak didik itu tin...

Tujuh Belasan: Masih Terus Melintas dalam Ingatan

Mungkin saat inilah aku menemukan arti sesungguhnya dari peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Resepsi yang mengharu biru dan mirip dengan masa-masa gerilnya jaman dulu kambali melintas di depanku. Sebuah resepsi yang dahulu tak pernah ku temukan karena formalitas,  menjadi ada. Setidaknya hari ini. Bisa dikata bahwa Desa Bungan Jaya selama dua dekade tak pernah merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia sendiri. Selama itu pula Desa Bungan Jaya hanya menjadi partisipan dari peringatan kemerdekaan RI di desa-desa tetangga. Kecil, sangat sederhana. Tetapi di situ terdapat kebahagiaan yang purna. Sungguh di desa kami tak sedikitpun ada yang menyebut ‘merdeka’ secara bersahutan. Tapi kata tersebut langsung terhunjam di dada kami bahwa kami benar-benar merdeka dari siapapun dan apapun. Setidaknya tanggal tujuh belas ini. Jika kami membandingkan acara di televisi ataupun di desa lain. Acara kami adalah acara yang tersederhana yang pernah ada di ne...

Bidadari Kecil yang Suka Berkedip itu Bernama Enjel

Sekarang, saat ini, perkara yang mahal dan sangat berharga bagi kawan sepenempatan adalah sinyal HP. Demi menangkap mahluk satu itu diperlukan usaha yang sungguh maksimal. Jikapun ada yang jual sinyal eceran walaupun berharga mahal, menilik bensin yang juga dijual eceran yang lebih mahal dari SPBU, mungkin saja banyak dari kita yang menimbun untuk persediaan satu atau dua bulan. Betapa tidak, untuk mendapatkannya pun ada yang bersusah payah naik hingga hingga puncak bukit, bergantungan di pohon, berdiri di bibir sungai – sungguh romantis aku membayangkannya, bicara keras di depan rumah laiknya orang mabuk yang kehabisan air surga – lha memang cuma di situ saja spot sinyalnya, di samping kuburan – barangkali orang mati juga butuh sinyal untuk berkomunikasi – membayangkan salah satu teman di Bawean, bahkan ada kawan yang butuh waktu sebulan untuk dapat mengatakan ‘hallo’ terhadapan orang dekatnya. Sebelum aku bicara panjang lebar tentang sinyal, oh iya, sampai lupa memperkenalkan sal...