Langsung ke konten utama

KONSTRUKSI KELUARGA DALAM SERAT MURTASIYA 70.36: SUNTINGAN TEKS DISERTAI TINJAUAN PANDANGAN DUNIA NASKAH

Abstrak

Naskah SM berkode 07.63 M memiliki fungsi sosial naskah yang dibacakan pada acara arisan (kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam masyarakat berupa pengumpulan uang atau barang yang kemudian diundi untuk menentukan siapa yang memerolehnya diantara mereka, yang biasanya dilakukan berkala sampai semua anggota memerolehnya) yang di dalamnya terdapat tradisi mamaca. Dapat dikatakan naskah ini menjadi semacam kitab rujukan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan khususnya dalam ranah rumah tangga.

Penelitian ini mengambil judul “Konstruksi Keluarga dalam Serat Murtasiya: Suntingan Teks disertai Tinjauan Pandangan Dunia Naskah”. Penelitian ini memunyai tiga tujuan utama, yaitu: pertama menghasilkan suntingan teks SM 07.63 M yang dipandang bersih dari kesalahan dan dapat dipertanggungjawabkan serta sebagai sumber penelitian lain. Kedua menghasilkan terjemahan yang representatif sehingga dapat dinikmati masyarakat secara langsung. Ketiga menafsirkan pandangan dunia naskah SM 07.63 M terhadap kenyataan sosial masyarakat Madura.

Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu pertama metode penelitian filologi dan kedua menggunakan metode penelitian sastra. Metode penelitian filologi berguna untuk memeroleh suntingan teks yang representatif. Sedangkan penelitian sastra berguna untuk menggali dan menafsirkan unsur-unsur yang dikandung oleh naskah yaitu hubungan struktur teks, pengarang dengan struktur sosial masyarakat penerimanya yaitu komunitas masyarakat Madura.

Penelitian ini menggunakan pendekatan filologi dan sosiologi ilmu pengetahuan. Melalui dua pendekatan ini diharapkan akan diketahui seluk-beluk naskah sekaligus mengungkapkan perjalanan naskah SM ini dari tempat awalnya tercipta/tersalin hingga naskah ini dapat berterima dan lestari di masyarakat Madura.

Hasil penelitian ini didapat bahwa untuk menjaga keteraturan di dalam keluarga dilakukan dengan membaca SM yaitu di setiap acara arisan dan acara-acara peringatan lainnya. Naskah SM ini berisi nasihat-nasihat bagaimana membina hubungan keluarga yang harmonis yang dipadukan dengan doktrin-doktrin agama Islam yang telah menjadi identitas yang tuntas di masyarakat Madura.

Kata kunci: mamaca, Madura, keluarga


Komentar

Postingan populer dari blog ini

pendekatan kemiskinan

Ada banyak teori tentang kemiskinan, namun menurut Michael Sherraden (2006:46-54) dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yang saling bertentangan dan satu kelompok teori yang tidak memihak (middle ground), yaitu teori yang memfokuskan pada tingkah laku individu (behavioral), teori yang mengarah pada struktur social, dan yang satu teori mengenai budaya miskin. Menurutnya Teori yang memfokuskan pada tingkah laku individu merupakan teori tentang pilihan, harapan, sikap, motivasi dan capital manusia (human capital). Teori ini disajikan dalam teori ekonomi neo-klasik, yang berasumsi bahwa manusia bebas mengambil keputusan untuk dirinya sendiri dengan tersedianya pilihan-pilihan. Perspektif ini sejalan dengan teori sosiologi fungsionalis, bahwa ketidak setaraan itu tidak dapat dihindari dan diinginkan adalah keniscayaan dan penting bagi masyarakat secara keseluruhan. Terori perilaku individu meyakini bahwa sikap individu yang tidak produktif telah mengakibatkan lahirnya kemiskinan.  Teori...

Sejarah Terbentuknya Remaja Mushola Al Jadid Bintang Sembilan

Berdiri 27 Februari 2009 Pada malam akhir tahun 2008 kami mengobrol ringan dengan beberapa teman satu desa. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang mahasiswa, santri, santri, pegawai dan ada pula yang masih duduk di SMA. Obrolan ringan tersebut lebih sering kami lakukan di warung kopi yang keberadaannya sudah semacam cendawan di musim hujan. Namanya cangkrukan , obrolan ini bisa menyangkut negara, pendidikan, pekerjaan hingga politik (kecil-kecilan). Tapi, yang sering kali menjadi topik pembicaraan adalah sekitar kegiatan remaja di desa kami. Karena saya lebih banyak di Surabaya, jadi mereka yang lebih tahu mengenai perkembangan desa. Satu hal yang saya tangkap dari obrolan kami adalah mereka menginginkan suatu wadah, ya semacam organisasi yang bisa menampung ide-ide mereka. Diskusi ini terus berlanjut akhirnya saya mengusulkan bagaimana kalau membentuk remaja mushola (Remush) yang kebetulan mushola kami juga belum memiliki wadah bagi para remajanya. Mereka sepakat asal...

Istana Potala ala SD Atas Awan

“beri aku puncak untuk mulai lagi berpijak” soetardji calzoum bachri “Imam, bocah kecil kelas 4 SD Atas Awan, terlahir dari seorang ibu yang saleh di kaki perbukitan pegunungan Bogor. Ia pandai bermain bola dan cita-citanya adalah menjadi pemain bola terkenal. Cristian Gonzales adalah pemain favoritnya. Kelak ia ingin membela Indonesia di kancah internasional”. Sejenak kita sampingkan terdahulu cerita di atas. Kita flashback sebentar ke belakang. Kita masih bisa tertawa lepas tatkala mesin-mesin itu hampir melepaskan nyawa dari raga. Kita malah semakin tenggelam dalam gegap gempita fantasi ketika tubuh-tubuh kita mulai menunjukkan reaksi. Mesin dan hati seolah sama sehingga kita kaku melihat kenyataan masyarakat kita sendiri. Tak ada yang salah bila kita meluapkan kegembiraan itu. Dengan bahasa sederhana kita memerlukan peremajaan tubuh setelah sekian lama kita mencecap “penyadaran-penyadaran” akan arti sebuah masa depan. Masa di mana anak cucu kita melemparkan senyum dengan jujur dan...