SUATU ketika saya bertanya pada peserta didik di sebuah Lembaga Bimbingan Belajar (LBB). Saya ingin tahu mengenai alasannya mengikuti bimbingan. Dengan polos, ia menjawab ingin sukses seperti kakak kelasnya--yang juga pernah mengikuti LBB di tempat yang sama. Kemudian saya tanyakan lagi perihal kesan mengenai pelajaran maupun pengajar di lembaga tersebut. Katanya, di LBB ia menemukan banyak hal baru yang membuatnya lebih betah belajar dibanding di sekolah. Diakuinya, di LBB ia bertemu teman baru, cara belajar baru, trik baru, dan suasana kelas yang baru. Sementara belajar di sekolah menurutnya sangat membosankan terutama dalam hal cara pengajarannya. Tak dapat dipungkiri bagi anak-anak didik, belajar di LBB sebenarnya bisa dikatakan mereka menggunakan sisa-sisa kekuatan dari kegiatan di sekolah. Betapa tidak, sepulang dari sekolah siswa masih mengenakan seragam, mereka langsung tancap gas ke LBB di tempat ia mendaftar. Tak jarang hingga jam delapan malam, anak-anak baru pulang ke r...
Terkadang dari hal yang kita anggap remeh, jijik dan kotor kalau sudah diolah dan diresapi dengan hati dan jiwa yang lapang akan menghasilkan sesuatu yang menyenangkan. Begitupun hidup. Mungkin! Selamat menikmati!