Aku menjadi orang yang tak tau diri jika hanya mengikuti keinginan membawa mereka untuk berakrab ria dengan pena dan buku. Padahal mereka telah menjadi anak dari hujan dan sungai. Sedangkan pena dan buku ibarat saudara tiri yang belum diketahui apakah kelak benar menjadi menjadi saudara sesungguhnya ataukah malah menjadi bencana.
Mata mereka berbinar tatkala hujan mulai turun bersapaan begitu ramai dengan atap seng sekolah kami. Seolah-olah mereka mendapatkan hadiah istimewa yang mereka rindukan di hari Natal dari seorang paman Santa Clause berbaju merah dan berkendara rusa berhidung merah yang kebetulan melintas di atas hutan Kalimantan, di atas sekolah kami. Hujan semakin deras dan gelagak petir juga tidak kalah hebatnya seolah-olah mengiyakan anak-anak yang sedang melayang pikirannya melihat hujan di halaman sekolah kami.
Pikiran dan perasaanku beberapa saat terbang melintasi waktu ke beberapa tahun silam ketika aku sebaya mereka. Hujan selalu aku tunggu karena hujan tak p...
Terkadang dari hal yang kita anggap remeh, jijik dan kotor kalau sudah diolah dan diresapi dengan hati dan jiwa yang lapang akan menghasilkan sesuatu yang menyenangkan. Begitupun hidup. Mungkin! Selamat menikmati!