Ada satu hal yang menarik dalam Kurikulum 2013 yaitu pola penilaian rapor siswa yang tidak lagi menggunakan angka, melainkan melalui penilaian otentik dalam bentuk deskriptif. Pola penilaian semacam ini diyakini dapat menilai secara utuh seluruh kompetensi siswa (holistik) yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penilaian otentik ditekankan pada apa yang dilakukan oleh peserta didik bukan hanya apa yang diketahui oleh peserta didik. Dapat dipastikan raport yang diterima peserta didik menjadi lebih tebal dari raport kurikulum sebelumnya. Sebelum kurikulum ini dicanangkan raport siswa terdiri dari angka-angka sekarang terperinci dalam bentuk kalimat-kalimat yang menerangkan “prestasi” peserta didik. Tahun pertama metode penilain deskriptif ini akhirnya memakan “korban” juga. Para guru yang sebelumnya terbiasa menggunakan angka sebagai acuan harus “berpusing-pusing” membuat kalimat-kalimat sebagai perwujudan angka-angka. Bisa jadi bentuk kepus...
Terkadang dari hal yang kita anggap remeh, jijik dan kotor kalau sudah diolah dan diresapi dengan hati dan jiwa yang lapang akan menghasilkan sesuatu yang menyenangkan. Begitupun hidup. Mungkin! Selamat menikmati!