Langsung ke konten utama

Semua Berawal dari Mimpi


Bermula dari teman-teman Indonesia Mengajar dan beberapa teman profesional yang ingin berkontribusi  pada pendidikan Indonesia, lahirlah konsep Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi adalah kegiatan yang mewadahi profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada misi perbaikan pendidikan di Indonesia.

Melalui program ini, para profesional volunteer dari berbagai latar belakang diharuskan untuk cuti 1 hari secara serentak untuk mengunjungi dan mengajar Sekolah Dasar, yaitu pada Hari Inspirasi. 

Kegiatan Kelas Inspirasi yang pertama diadakan pada tanggal 25 April 2012 dengan tema career day. Para profesional diajak untuk menceritakan mengenai profesinya. Harapannya, para siswa akan memiliki lebih banyak pilihan cita-cita serta menjadi lebih termotivasi untuk memiliki mimpi yang besar.

Sebagai kelanjutan dari Kelas Inspirasi pertama yang setahun lalu dilaksanakan di Jakarta, pada 20 Februari 2013 Surabaya memberanikan diri mengadakan kegiatan serupa yang menyertakan124 professional dari berbagai profesi dan 70 fotografer. Mereka turun langsung di sekolah dasar yang berada di ujung Timur, Barat, Utara, dan Selatan Surabaya yang berjumlah 34 sekolah.

Mereka, para professional, mengajar sekalian belajar, bercerita sekaligus berkarya, menunjukkan bahwa bermimpi itu bukan hanya miliki orang berada tetapi milik setiap orang yang terlahir di dunia. Jadilah para professional tersebut eskalator mimpi bagi anak-anak menuju masa depannya. Meraih mimpi adalah jalan panjang tetapi tidak mustahil akan bisa terwujud dengan terus menjaga asa.  

Sebagai langkah awal untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut para professional mengadakan pameran foto yang berisi serba-serbi keceriaan dan binar semangat mata anak-anak. Pameran ini juga akan menyertakan karya-karya terbaik dari Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Solo, dan Pekanbaru. Karya-karya ini adalah bukti nyata bahwa semua orang sangat peduli terhadap pendidikan dan pendidikan bukanlah hanya tugas pemerintah melainkan tugas setiap anak bangsa.

Selain mengadakan pameran foto Panitia Kelas Inspirasi Surabaya juga menampilkan Cooking Experience Chef ternama, pelukis pasir, dan berbagai macam talk show inspiratif seperti ‘bagaimana menulis kreatif’, ‘mengembangkan hobi jadi usaha’ dan tema menggugah lain.  

Bukan tidak mungkin langkah awal ini akan akan terus berjuang menemukan nasibnya menjadi Kelas Inspirasi Jawa Timur bahkan Kelas Inspirasi Indonesia kelak di kemudian hari. Semua ini bukan cerita tentang kita tapi tentang ‘mereka’ dan masanya. Gerakan ini akan lebih indah jika ‘Mencerdaskan kehidupan bangsa’ menjadi visi setiap bangsa seantero Indonesia. Dan kami yakin semua itu tinggal menunggu masanya. 

Komentar

  1. keren :), "semua itu tinggal menunggu masanya". anw tulisan ini informatif dan menarik Je. Selamat ya, lanjutkan!^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

pendekatan kemiskinan

Ada banyak teori tentang kemiskinan, namun menurut Michael Sherraden (2006:46-54) dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yang saling bertentangan dan satu kelompok teori yang tidak memihak (middle ground), yaitu teori yang memfokuskan pada tingkah laku individu (behavioral), teori yang mengarah pada struktur social, dan yang satu teori mengenai budaya miskin. Menurutnya Teori yang memfokuskan pada tingkah laku individu merupakan teori tentang pilihan, harapan, sikap, motivasi dan capital manusia (human capital). Teori ini disajikan dalam teori ekonomi neo-klasik, yang berasumsi bahwa manusia bebas mengambil keputusan untuk dirinya sendiri dengan tersedianya pilihan-pilihan. Perspektif ini sejalan dengan teori sosiologi fungsionalis, bahwa ketidak setaraan itu tidak dapat dihindari dan diinginkan adalah keniscayaan dan penting bagi masyarakat secara keseluruhan. Terori perilaku individu meyakini bahwa sikap individu yang tidak produktif telah mengakibatkan lahirnya kemiskinan.  Teori...

Sejarah Terbentuknya Remaja Mushola Al Jadid Bintang Sembilan

Berdiri 27 Februari 2009 Pada malam akhir tahun 2008 kami mengobrol ringan dengan beberapa teman satu desa. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang mahasiswa, santri, santri, pegawai dan ada pula yang masih duduk di SMA. Obrolan ringan tersebut lebih sering kami lakukan di warung kopi yang keberadaannya sudah semacam cendawan di musim hujan. Namanya cangkrukan , obrolan ini bisa menyangkut negara, pendidikan, pekerjaan hingga politik (kecil-kecilan). Tapi, yang sering kali menjadi topik pembicaraan adalah sekitar kegiatan remaja di desa kami. Karena saya lebih banyak di Surabaya, jadi mereka yang lebih tahu mengenai perkembangan desa. Satu hal yang saya tangkap dari obrolan kami adalah mereka menginginkan suatu wadah, ya semacam organisasi yang bisa menampung ide-ide mereka. Diskusi ini terus berlanjut akhirnya saya mengusulkan bagaimana kalau membentuk remaja mushola (Remush) yang kebetulan mushola kami juga belum memiliki wadah bagi para remajanya. Mereka sepakat asal...

Istana Potala ala SD Atas Awan

“beri aku puncak untuk mulai lagi berpijak” soetardji calzoum bachri “Imam, bocah kecil kelas 4 SD Atas Awan, terlahir dari seorang ibu yang saleh di kaki perbukitan pegunungan Bogor. Ia pandai bermain bola dan cita-citanya adalah menjadi pemain bola terkenal. Cristian Gonzales adalah pemain favoritnya. Kelak ia ingin membela Indonesia di kancah internasional”. Sejenak kita sampingkan terdahulu cerita di atas. Kita flashback sebentar ke belakang. Kita masih bisa tertawa lepas tatkala mesin-mesin itu hampir melepaskan nyawa dari raga. Kita malah semakin tenggelam dalam gegap gempita fantasi ketika tubuh-tubuh kita mulai menunjukkan reaksi. Mesin dan hati seolah sama sehingga kita kaku melihat kenyataan masyarakat kita sendiri. Tak ada yang salah bila kita meluapkan kegembiraan itu. Dengan bahasa sederhana kita memerlukan peremajaan tubuh setelah sekian lama kita mencecap “penyadaran-penyadaran” akan arti sebuah masa depan. Masa di mana anak cucu kita melemparkan senyum dengan jujur dan...