Tiga tahun waktu berlalu sangat cepat tanpa saya ikuti dan
sadari. Anak-anak sudah semakin beranjak dewasa. Tahu-tahu mereka sudah bisa
bercengkrama dan mengutarakan keinginan dengan jelas kadang-kadang sudah bisa
menyangkal jika tidak sesuai dengan kehendak hatinya.
Kalau dia di toko baju dia sudah bisa memilih sendiri sesuai
apa yang dia lihat di Youtube maupun dari teman-temannya. Kalau makan sudah
bisa memilih makanan yang sesuai dengan seleranya. Kalau sudah suntuk kadang
bilang “Mbak mau apa?”, maksudnya adalah permintaan makan apa.
Jika Bapaknya ini agak lama kerja di luar daerah dia sudah bisa bilang
“Mbak kangen, Bapak kok lama pulangnya?” dan hal-hal lain yang membuatku untuk
segera pulang. Tentu juga si cowo adiknya.
Dulu waktu bayi setiap pagi mereka masih sedikit gerak dalam
gendongan kita. Kemana-mana tak akan pernah jauh dari jangkauan kita. Kita masih
bebas membaui aroma mereka, membaui bedak dan minyak telon yang selalu di
berikan setelah mandi pagi dan sore.
Benar kata orang bijak ‘waktu adalah satu hal yang mustahil terbeli
dan kembali lagi’. Saking tak terbelinya dalam kitab suci Quran pun tercatat “Demi
waktu” sebagai pengingat-ingat manusia betapa waktu sungguh hal yang tak terukur
nominalnya.
Menjadi seorang suami dan ayah adalah hal yang paling membahagiakan
di dunia. Tidak bisa disalahkan kadang sang Suami sekaligus Bapak akan berusaha keras bantng tulang bekerja siang malam agar keluarganya tidak kekurangan. Jadi, barangkali saja bekerja
siang malam adalah bentuk lain dari tanggung jawab dan saking bahagianya.
Tapi, juga sangat dibenarkan untuk sang suami untuk meluangkan waktu
barang sebentar untuk sekadar mengajak sang anak jalan-jalan keliling desa atau
kota, ke toko buku, memberi makan rusa maupun burung dara di taman kota. Bisa jadi itulah momen special bersama yang akan terus diingat oleh anak-anak ketika dewasa
kelak.
Pada suatu waktu suatu waktu anakku bercerita ulang isi buku
dengan versinya sendiri dengan memegang buku seolah-olah seperti orang membaca,
padahal dia belum bisa baca. Dan di waktu lain dia bercerita kepada teman-temannya bahwa
sudah diajak jalan-jalan sang bapak beli buku dan memberi makan rusa di taman. Tanpa sadar menetes air mata ini. Duh,
anakku sudah besar.
Yang pasti sebentar lagi mereka akan mulai bersekolah. Belum
lagi kalau kita ikutkan les, ngaji di masjid, dan kegiatan seabrek
lainnya. Akan semakin banyak waktu berpisah dan tahun terus berlalu hingga
mereka kuliah atau berkelana .
Bagi bapak lain seperti diriku, Kerja kerasmu harus, tapi
waktu bersama anakmu juga perlu.


Nice 😊
BalasHapus